Antrean Membludak, Pemohon Kartu Kuning di MPP Majalengka Capai 400 Orang per Hari

Antrean Membludak, Pemohon Kartu Kuning di MPP Majalengka Capai 400 Orang per Hari

MEMBUAT KARTU KUNING: Pencari kerja memadati Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Majalengka untuk membuat kartu kuning atau AK-1.-Ono Cahyono-radarmajalengka

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Membeludaknya jumlah pencari kerja yang membuat kartu kuning atau AK-1 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Majalengka menyebabkan antrean panjang setiap hari.

Lonjakan pemohon terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melamar pekerjaan di berbagai perusahaan maupun instansi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (12/5/2026), ratusan pencari kerja sejak pagi sudah memadati area pelayanan kartu kuning. Banyak warga rela datang lebih awal untuk mendapatkan nomor antrean.

Operator pelayanan kartu kuning, Tahjudiya, mengatakan jumlah pemohon terus meningkat hingga mencapai lebih dari 400 orang per hari. Sementara itu, kapasitas pelayanan dan pencetakan kartu kuning masih terbatas.

BACA JUGA:Bupati Majalengka Tanggung Biaya Pengobatan Dua Korban Kekerasan di Nobar Persib dan Aksi Begal Pelajar

“Setiap hari pemohon kartu kuning membludak, bisa mencapai lebih dari 400 orang. Sedangkan kuota pencetakan setiap hari hanya sekitar 200 kartu. Biasanya pelayanan pencetakan baru selesai sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala utama dalam pelayanan. Saat ini, pelayanan hanya ditangani oleh empat operator dengan dukungan dua unit komputer.

“Operator hanya empat orang dan komputer yang digunakan hanya dua unit, sehingga cukup kewalahan menghadapi antrean yang terus meningkat,” katanya.

Meski demikian, petugas tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal agar seluruh pemohon dapat terlayani dengan baik.

BACA JUGA:Start Mulai Rp11 Jutaan, Ini 5 Motor Listrik VinFast Populer, Mesin 3000 Watt, Baterai Ganda, Jarak 262 Km

Salah seorang pencari kerja asal Kecamatan Jatiwangi, Rizky (22), mengaku harus datang sejak pagi untuk mendapatkan nomor antrean.

“Saya datang sejak pukul 07.00 WIB supaya mendapat nomor antrean. Kalau datang terlambat, biasanya antrean sudah penuh,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Siti Nurjanah (20), warga Kecamatan Kadipaten. Ia berharap pelayanan kartu kuning dapat ditingkatkan agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama.

“Semoga fasilitas dan jumlah petugas bisa ditambah, karena sekarang yang membuat kartu kuning sangat banyak,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait