Dirut PT SMU Pangkas 20 Karyawan, Benahi Internal dan Genjot Bisnis Non-Budgeter Majalengka

Dirut PT SMU Pangkas 20 Karyawan, Benahi Internal dan Genjot Bisnis Non-Budgeter Majalengka

Direktur Utama PT SMU, Iyan Kurniawan-Dok-Istimewa

RADARMAJALENGKA.COM– PT Sindangkasih Multi Usaha (SMU), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Majalengka, melakukan langkah strategis dalam membenahi internal perusahaan di tengah sorotan publik. Direktur Utama PT SMU, Iyan Kurniawan, mengambil kebijakan efisiensi dengan memangkas sekitar 20 karyawan sekaligus memperkuat fondasi bisnis perusahaan.

Langkah ini diambil menyusul kondisi internal perusahaan yang sebelumnya terdampak persoalan hukum pada kepengurusan lama, yang sempat memengaruhi kepercayaan publik terhadap BUMD tersebut.

BACA JUGA:Pilihan Tanaman Hias Pembawa Energi Positif yang Dipercaya Bikin Hidup Lebih Tenang, Yuk Tanam

Dalam kurun waktu sekitar enam bulan sejak menjabat, Iyan menegaskan fokus utamanya adalah melakukan penataan menyeluruh demi menciptakan perusahaan yang lebih sehat dan profesional.

“Ini bukan sekadar efisiensi anggaran, tapi penataan agar perusahaan lebih sehat dan profesional,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Fokus Pembenahan dan Profesionalisme

Selain pengurangan karyawan, PT SMU juga melakukan pembenahan pada sistem manajemen risiko dan tata kelola perusahaan. Iyan memastikan seluruh sumber daya manusia di perusahaan diisi oleh tenaga profesional tanpa intervensi kepentingan politik maupun organisasi tertentu.

Langkah ini dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus membangun citra perusahaan yang lebih transparan dan akuntabel.

BACA JUGA:5 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan yang Dipercaya Bikin Rezeki Lancar, Wajib Ada di Rumah

Di tengah sorotan publik terkait posisinya sebagai direktur utama, rekam jejak Iyan Kurniawan dinilai memenuhi syarat. Ia memiliki pengalaman manajerial lebih dari lima tahun, termasuk pernah menjabat sebagai pimpinan cabang di sektor perbankan selama sekitar tujuh tahun, dengan tanggung jawab operasional, bisnis, dan manajemen risiko.

Pengalaman tersebut menjadi dasar dalam menerapkan strategi efisiensi dan penguatan tata kelola di PT SMU.

Genjot Bisnis Tanpa Bergantung APBD

Di sektor bisnis, PT SMU memilih untuk tidak bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah. Perusahaan justru fokus mengembangkan usaha non-budgeter melalui kemitraan dengan investor.

“Kita tidak menunggu penyertaan modal. Kita jalan dengan peluang yang ada,” tegas Iyan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait