Perempuan Migas di Garda Depan Energi Nasional, Dari Offshore hingga Daratan

Perempuan Migas di Garda Depan Energi Nasional, Dari Offshore hingga Daratan

Cassanova Istiqomah Walhawanadana, Junior Officer HSSE Offshore di Zona 6 Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES).-Dok-Istimewa

RADARMAJALENGKA.COM-Semangat emansipasi yang dahulu diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kini kian nyata di berbagai sektor strategis, termasuk industri hulu minyak dan gas (migas).

Perempuan Indonesia tak lagi berada di balik layar, melainkan tampil di garis depan menjaga keberlanjutan energi nasional, baik di laut lepas maupun fasilitas daratan.

BACA JUGA:Rekomendasi 5 Motor Listrik yang Cocok untuk Ojol 2026, Edisi Hemat dan Irit, Ada VinFast Viper Buatan Vietnam

Salah satu sosok inspiratif datang dari lingkungan offshore. Cassanova Istiqomah Walhawanadana, yang bertugas sebagai Junior Officer HSSE offshore di Pertamina Hulu Energi offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), menjalankan peran vital dalam memastikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan optimal di tengah risiko tinggi operasional laut.

Bagi Cassanova, bekerja di offshore bukan sekadar pekerjaan, melainkan ruang pembuktian diri. Ia menilai tantangan di tengah laut justru menjadi peluang untuk terus berkembang sekaligus berkontribusi menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Peran perempuan juga tampak kuat di daratan. Di Lapangan Minas, Riau, Royfa Fenandita Finadzir menjalankan tugas sebagai Operator Plant Operations di Pertamina Hulu Rokan (PHR). Sebagai tenaga muda, ia terlibat langsung dalam operasional lapangan yang dinamis dan penuh tantangan teknis.

BACA JUGA:Cegah Bau Tak Sedap di Rumah dengan 6 Tanaman Pembersih Udara Ini, Bikin Betah Berada di Rumah!

Royfa mengakui proses adaptasi bukan hal mudah, namun justru menjadi pemicu untuk meningkatkan kapasitas diri. Ia merasa bangga dapat ambil bagian dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menunjukkan bahwa perempuan mampu berkontribusi di sektor yang selama ini identik dengan laki-laki.

Sementara itu, pengalaman panjang ditunjukkan oleh Runi Kusumaning Rusdi. Berkarier sejak 2008, ia kini menjabat sebagai Superintendent Produksi di South Processing Unit (SPU) Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kariernya melintasi berbagai posisi strategis, mulai dari engineer hingga penugasan internasional.

Runi menegaskan bahwa profesionalisme menjadi faktor utama dalam industri migas. Ia merasa dihargai atas kompetensi yang dimiliki, bukan semata karena identitas gender. Menurutnya, kehadiran perempuan justru memperkuat tim melalui kolaborasi yang lebih inklusif serta membuka ruang inovasi.

BACA JUGA:5 Motor Listrik Swap Baterai 2026 Praktis Tanpa Cas Lama, Jarak Hingga 130 Km dan Fitur Modern

Ketiga sosok ini mencerminkan perubahan signifikan dalam industri hulu migas nasional. Perempuan kini hadir sebagai talenta unggul yang berperan aktif di berbagai lini, mulai dari operasional, keselamatan kerja, hingga kepemimpinan strategis. Kesetaraan kesempatan yang semakin terbuka menjadi fondasi penting dalam mendorong keberlanjutan energi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: