SDN Gandawesi 2 Majalengka Bakal Diperbaiki, Pengajuan Rehab Sudah Diajukan

SDN Gandawesi 2 Majalengka Bakal Diperbaiki, Pengajuan Rehab Sudah Diajukan

Kondisi bangunan SDN Gandawesi 2 di Desa Gandawesi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. -Baehaqi-radarmajalengka

RADARMAJALENGKA.COMSDN Gandawesi 2 di Desa Gandawesi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka baru-baru ini viral di media sosial karena disandingkan dengan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru saja dibangun.

Perbedaan yang kontras tersebut, kemudian memantik beragam narasi. Termasuk terkait ketimpangan antara program makan bergizi gratis (MBG) dan infrastruktur pendidikan.

Kepala SDN Gandawesi 2, Nina Sophia Agustina mengungkapkan, kondisi bangunan sekolah sebenarnya sudah mendapatkan perhatian dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka.

Nina yang baru menjabat sejak 9 Maret 2026, menyikapi viralnya kondisi sekolah secara positif. Kendati demikian, apa yang terjadi juga perlu diluruskan.

BACA JUGA:Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan di Dalam Rumah, Energi Positif dan Berkah Mengalir Bagi Hunian

Ia menilai sorotan publik justru menjadi momentum untuk mempercepat perhatian pemerintah terhadap kebutuhan perbaikan sekolah.

“Saya ambil sisi positifnya saja. Mungkin karena berdampingan dengan bangunan yang terlihat baru dan bagus, jadi perbandingannya cukup mencolok,” ujar Nina, kepada radarmajalengka.com, Senin, 13, April 2026.

Ia menjelaskan bahwa pengajuan rehabilitasi sebenarnya telah dilakukan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah.

Pengajuan tersebut dilakukan jauh sebelum viral seperti sekarang ini. Kemudian apa yang diusulkan, direspons oleh disdik.

BACA JUGA:Wajib Punya di Ruangan! Ini 7 Tanaman Hias Pembersih Udara Ini Ampuh Serap Polusi di Rumah

Bahkan, menjelang libur Lebaran lalu, tim dari dinas terkait sempat melakukan pengukuran terhadap tiga ruang kelas yang rusak.

“Sudah ada perhatian dari dinas. Tinggal tindak lanjutnya saja. Saya baru di sini, tapi proses pengajuan sudah berjalan sebelumnya,” jelas Nina.

Lebih lanjut, Nina mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima komunikasi langsung dari kementerian terkait kondisi sekolah tersebut. Dalam waktu dekat, tim dari pusat dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi data.

“Tadi pagi saya ditelepon oleh pihak kementerian. Mereka meminta saya menyiapkan data-data karena kemungkinan akan ada tim yang datang ke lokasi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait