Pemudik Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem dan Longsor di Jalur Perbukitan Majalengka Jelang Lebaran 2026
HATI-HATI-Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM mengimbau para pemudik yang akan melintasi wilayah Kabupaten Majalengka agar lebih berhati-hati.-Baehaqi-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka mengingatkan para pemudik yang akan melintasi wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Selain meningkatnya volume kendaraan, kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem juga dinilai dapat menimbulkan risiko bencana di sejumlah jalur transportasi.
Pemerintah daerah meminta para pengendara, khususnya yang melintasi jalur perbukitan, untuk lebih berhati-hati dan selalu memperhatikan kondisi cuaca serta lingkungan sekitar. Hal ini penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan maupun gangguan perjalanan yang dapat terjadi akibat faktor alam.
Bupati Majalengka Eman Suherman, mengatakan berdasarkan informasi prakiraan cuaca, potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih dapat terjadi hingga April 2026. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bencana alam, terutama tanah longsor di beberapa wilayah yang memiliki kontur perbukitan.
“Para pemudik yang melintas di wilayah Majalengka kami imbau untuk selalu berhati-hati dan waspada, karena cuaca masih berpotensi ekstrem hingga April. Beberapa titik rawan longsor juga perlu menjadi perhatian,” ujar Eman Suherman, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, terdapat beberapa jalur yang perlu mendapat perhatian khusus dari para pengguna jalan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Jalur tersebut di antaranya ruas jalan provinsi Kuningan–Cikijing yang berada di kawasan Sindangpanji, serta jalur Maja–Talaga di wilayah Cikebo.
Kedua jalur tersebut dikenal memiliki kontur perbukitan dengan tebing yang cukup curam. Kondisi tersebut membuat wilayah tersebut berpotensi mengalami longsor, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Karena itu, para pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas di jalur tersebut serta memperhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar. Kewaspadaan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan mudik.
BACA JUGA:Definisi Datangkan Rezeki & Kekayaan, Ini Dia 6 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
Selain faktor cuaca dan kondisi geografis, Bupati Eman juga mengingatkan para pemudik untuk memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Ia menyarankan pengendara untuk melakukan pengecekan kendaraan terlebih dahulu serta tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum berangkat. Jika merasa lelah saat berkendara, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu agar perjalanan tetap aman,” katanya.
Dalam rangka mengantisipasi berbagai kemungkinan selama arus mudik, Pemerintah Kabupaten Majalengka juga telah menyiagakan berbagai unsur terkait untuk melakukan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Sejumlah personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah disiapkan untuk memantau kondisi wilayah, khususnya di jalur-jalur yang dinilai rawan bencana.
Selain menyiapkan personel, pemerintah daerah juga menempatkan sejumlah alat berat di beberapa titik strategis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
