Longsor Godabaya Majalengka: 19 Rumah Terdampak, 128 Terancam di Zona Rawan Tinggi
Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, H Agus Tamim-Baehaqi-radarmajalengka
RADARMAJALENGKA.COM– Bencana tanah longsor atau gerakan tanah terjadi di Blok Godabaya, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, pada 14 Februari 2026.
Peristiwa ini berdampak pada 19 rumah dan mengancam 128 rumah lainnya yang dihuni 163 kepala keluarga atau 517 jiwa.
BACA JUGA:Diguyur Hujan, Dedi Mulyadi Naik Motor Tinjau Jalan Provinsi di Majalengka
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Majalengka, Agus Tamim, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tim BPBD telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak.
“Data sementara, 19 rumah terdampak langsung dan 128 rumah lainnya terancam. Kami sudah melakukan langkah penanganan darurat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan,” ujar Agus Tamim.
Faktor Geologi dan Kemiringan Lereng
Berdasarkan laporan teknis kejadian, wilayah terdampak berada pada ketinggian 712–750 meter di atas permukaan laut dengan morfologi perbukitan berelief rendah hingga tinggi. Kemiringan lereng tergolong curam hingga terjal, antara 25–45 persen, dan mengarah ke permukiman warga.
Secara geologi, kawasan ini tersusun oleh breksi gunung api Cakrabuana (qtvb). Jenis tanahnya kambisol distrik bertekstur sedang hingga halus, yang mudah menyerap air tetapi kehilangan kekuatan ikatan saat jenuh air, sehingga rentan longsor.
Tata guna lahan didominasi permukiman, jalan desa, ladang, sawah terasering, dan kebun. Permukiman yang berada di lereng bagian tengah meningkatkan tingkat kerawanan ketika terjadi pergerakan tanah.
Masuk Zona Gerakan Tanah Tinggi
Mengacu pada Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah Februari 2026, kawasan tersebut termasuk dalam Zona Tinggi, yang berarti memiliki potensi besar mengalami gerakan tanah, terutama saat curah hujan meningkat.
Agus Tamim menambahkan, curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu pemicu utama longsor di Blok Godabaya.
“Kami mengimbau warga yang berada di sekitar retakan tanah atau lereng curam untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras. Jika kondisi memburuk, evakuasi akan segera dilakukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
