Diguyur Hujan, Dedi Mulyadi Naik Motor Tinjau Jalan Provinsi di Majalengka
Gubernur Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka dengan menggunakan sepeda motor pada Sabtu (14/02/2026)-Dok-Istimewa
RADARMAJALENGKA.COM – Dedi Mulyadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka dengan menggunakan sepeda motor pada Sabtu (14/02/2026). Meski diguyur hujan deras, Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM itu tetap melanjutkan agenda peninjauan infrastruktur jalan provinsi.
Kedatangan Dedi Mulyadi disambut langsung oleh Eman Suherman bersama jajaran pejabat daerah serta pengawalan petugas keamanan. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda keliling Jawa Barat untuk mengevaluasi hasil pembangunan infrastruktur selama satu tahun terakhir.
Cek Kualitas Jalan dan Tata Ruang
Dalam keterangannya kepada wartawan, Dedi Mulyadi menyebut kegiatan tersebut sebagai “kuliah lapangan” untuk menikmati sekaligus mengecek kualitas pembangunan jalan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Tujuannya hari ini fokus melihat hasil pembangunan selama setahun, terutama infrastruktur jalan. Di mana titik lemahnya, bagaimana kebersihannya, apakah masih ada bangunan liar atau penataan yang belum rapi,” ujarnya.
Ia menyoroti masih adanya bangunan liar dan tata ruang yang belum tertata, khususnya di pusat Kota Majalengka. Dedi pun meminta pemerintah daerah segera melakukan penertiban agar wajah kota lebih tertib dan nyaman.
“Kalau jalannya sudah tertata dan beradab, masyarakatnya juga akan beradab. Peradaban itu dimulai dari jalan,” tegasnya.
Hujan Tak Jadi Halangan
Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, Dedi mengaku tetap menikmati perjalanan menggunakan sepeda motor. Menurutnya, cara tersebut menjadi sarana rekreatif sekaligus efektif untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan.
Rute perjalanan yang ditempuh kali ini meliputi Subang, Indramayu, Sumedang, Majalengka, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran. Agenda tersebut akan berlanjut ke Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur.
Dedi juga mengingatkan agar pembangunan yang telah dilakukan tidak hanya selesai pada tahap konstruksi, tetapi juga dijaga dan dirawat. Ia menyoroti kendaraan bertonase tinggi yang parkir di bahu jalan karena berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Apa yang dibangun harus dirawat dan dijaga. Kalau banyak kendaraan berat parkir sembarangan, kualitas jalan cepat rusak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
