3,9 Juta Orang Tak Lagi Terima Bansos, Diganti Program Pemberdayaan Rp5 Juta: Apa Maksudnya?
3,9 Juta Orang Tak Lagi Terima Bansos, Diganti Program Pemberdayaan Rp5 Juta: Apa Maksudnya?-bnn.go.id-Radar Majalengka
RADARMAJALENGKA.COM – Kabar soal jutaan penerima bantuan sosial yang tidak lagi menerima bansos tunai belakangan ini ramai diperbincangkan dan langsung memancing beragam reaksi di masyarakat.
Di satu sisi, ada yang kaget dan khawatir karena bansos selama ini dianggap sebagai “penyelamat” di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Tapi di sisi lain, muncul wacana baru bahwa sekitar 3,9 juta orang akan dialihkan dari skema bansos ke program pemberdayaan senilai Rp5 juta, yang disebut-sebut lebih berkelanjutan.
Nah, biar nggak cuma dengar potongan informasinya saja, artikel ini bakal membahas apa arti kebijakan ini, kenapa bansos diganti, dan apa dampaknya bagi masyarakat.
BACA JUGA:Pemcam Leuwimunding Terapkan Stiker Penerima Bansos untuk Tingkatkan Transparansi
Kenapa Bansos Tidak Lagi Diberikan ke 3,9 Juta Orang?
Selama ini, bansos memang jadi solusi cepat untuk membantu masyarakat rentan memenuhi kebutuhan dasar.
Tapi di balik itu, pemerintah menilai bahwa bansos bersifat sementara dan konsumtif, artinya bantuan habis dipakai tanpa meninggalkan dampak jangka panjang.
Karena itulah, muncul evaluasi besar-besaran terhadap data penerima bansos.
Sebagian penerima dinilai sudah tidak lagi masuk kategori paling rentan, atau dianggap punya potensi untuk mandiri secara ekonomi jika diberi dukungan yang tepat.
Dari sinilah angka 3,9 juta orang muncul, mereka tidak sepenuhnya “dicoret”, tapi dialihkan ke skema bantuan yang berbeda.
Program Pemberdayaan Rp5 Juta Itu Seperti Apa?
Berbeda dengan bansos tunai yang langsung habis untuk kebutuhan harian, program pemberdayaan Rp5 juta dirancang sebagai modal awal atau dukungan produktif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
