Goa Jepang Resmi Dibuka, Disulap Jadi Wisata Edukasi dan Ruang Publik
DIRESMIKAN: Bupati Majalengka Eman Suherman meresmikan Goa Jepang di Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, sebagai destinasi wisata sejarah, Jumat (6/2/2026).-Baehaqi-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM — Goa Jepang yang terletak di Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, resmi dibuka sebagai destinasi wisata sejarah, Jumat (6/2/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Majalengka Eman Suherman dan dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Kawasan Goa Jepang kini tampil lebih tertata setelah menjalani proses renovasi. Area wisata dilengkapi taman, gazebo, serta berbagai fasilitas penunjang. Pengunjung juga dapat menikmati kopi dan kuliner ringan, sehingga kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai wisata sejarah, tetapi juga ruang rekreasi dan bersantai.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, pengembangan Goa Jepang merupakan bagian dari program 100 hari kerja sejak dirinya dilantik pada 20 Februari 2026.
BACA JUGA:Skema Angsuran Motor Listrik Polytron Fox 500, Bisa Mulai Tanpa DP Cicilan Ringan Cuma Rp502 Ribuan
“Salah satu fokus kami dalam 100 hari kerja adalah mengangkat dan mengembangkan destinasi wisata di Kabupaten Majalengka,” ujarnya.
Menurut Eman, percepatan pengembangan dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari kegiatan bersih-bersih hingga penataan kawasan. Hasil peninjauan menunjukkan potensi besar yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Ia menjelaskan, Goa Jepang merupakan bunker yang dibangun pada 1942 sebagai bagian dari sistem pertahanan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II.
“Ini bukan sekadar bangunan tua, tetapi memiliki nilai sejarah yang sangat kuat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.
Melihat potensi tersebut, Pemkab Majalengka menggandeng Litbang untuk melakukan kajian dan analisis, serta mengalokasikan anggaran dari APBD guna mendukung pengembangan kawasan.
Kini, kawasan tersebut resmi diperkenalkan sebagai Bunker Jepang KP, destinasi wisata yang mengusung konsep edukasi sejarah, ruang publik, dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Harapannya, tempat ini menjadi sarana edukasi, khususnya bagi anak-anak, agar mengetahui Majalengka memiliki situs sejarah yang penting,” ujar Eman.
Selain sebagai sarana edukasi, kawasan ini diharapkan menjadi ruang interaksi sosial, ruang kreatif, serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama kalangan muda.
Ke depan, Pemkab Majalengka menargetkan Goa Jepang masuk dalam daftar cagar budaya daerah, bahkan didorong untuk didaftarkan ke tingkat provinsi dan kementerian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
