Wajah Baru, Nuansa Baru: Gedong Gincu dan Kujang Jadi Ikon Tugu Perbatasan
IDENTITAS BARU: Tugu perbatasan Majalengka-Cirebon di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, kini tampil dengan desain baru tanpa atap, dilengkapi ornamen buah gedong gincu dan kujang sebagai simbol identitas Kabupaten Majalengka.-Ono Cahyono-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Pemugaran tugu perbatasan antara Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Kepala Desa Panjalin Kidul, Dudung Abdullah Yasin, mengatakan setiap kepemimpinan tentu ingin menghadirkan nuansa baru, termasuk melalui pembangunan dan pemugaran infrastruktur.
“Pemugaran tugu perbatasan di Blok Karanganyar ini kini sudah dinyatakan selesai 100 persen. Tugu baru ini memberikan wajah baru bagi Kabupaten Majalengka di wilayah timur, tepatnya di jalur tengah nasional Cirebon–Bandung,” kata Dudung kepada Radar Majalengka.
Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Majalengka itu mengungkapkan, sebelum dipugar, kondisi tugu lama kerap membahayakan pengguna jalan.
BACA JUGA:KUR BRI 2026 Pinjaman 500 Juta, Berikut Angsuran Serta Tenor untuk Pengajuan di Tahun Ini
“Dulu sering terjadi lisplang dan genting jatuh karena tugu lama menggunakan atap dengan material berat. Ini tentu sangat berisiko bagi pengendara yang melintas,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, pihak desa berkomunikasi dengan Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Menurut Dudung, bupati menilai tugu tersebut memang perlu dipugar.
“Alhamdulillah, sekarang pembangunannya sudah selesai sepenuhnya,” katanya.
Secara arsitektur, tugu perbatasan itu mengusung simbol dan ciri khas Kabupaten Majalengka.
Di bagian atas tugu terdapat ornamen buah mangga gedong gincu, yang juga menjadi ikon di Bundaran Cigasong.
“Gedong gincu merupakan produk unggulan Majalengka, sehingga dihadirkan sebagai identitas daerah,” jelas Dudung.
Selain itu, pada setiap sisi tugu juga terdapat ornamen kujang sebagai simbol jati diri masyarakat Sunda dan Jawa Barat.
“Kujang menegaskan bahwa Majalengka merupakan bagian dari tanah Sunda yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Pajajaran. Ini adalah simbol identitas,” tandasnya. (ono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
