Cari Udang di Sungai Sindupraja, Warga Ligung Ditemukan Tewas
EVAKUASI: Seorang warga Desa Ampel Darsad (75), ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Sindupraja.-Polsek Ligung-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM - Sungai Sindupraja yang membelah wilayah Kecamatan Ligung kembali memakan korban.
Seorang warga Desa Ampel ditemukan meninggal dunia di aliran sungai tersebut, Rabu pagi, 14 Januari 2026. Korban diduga tenggelam saat mencari udang di pinggiran sungai.
Korban diketahui bernama Darsad (75), seorang petani asal Blok Bojong Tirem RT 09 RW 03, Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.
Mayatnya ditemukan sekitar pukul 08.20 WIB dalam kondisi tersangkut pada sebatang kayu yang tertancap di dasar sungai, sekitar 600 meter dari lokasi awal korban diduga terpeleset.
Kapolsek Ligung AKP Suparmo mengatakan, korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Selasa (13/1/2026) pagi.
Saat itu, Darsad berpamitan meninggalkan rumah sekitar pukul 08.00 WIB untuk mencari udang kecil di aliran Sungai Sindupraja, aktivitas yang biasa dilakukannya sehari-hari.
“Korban biasa mencari udang menggunakan alat saring ikan di pinggir sungai. Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan di lapangan, kuat dugaan korban terpeleset lalu tenggelam,” kata AKP Suparmo, Rabu (14/1/2026).
Menurut dia, hingga petang korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian berupaya melakukan pencarian secara mandiri di sekitar sungai, namun tidak membuahkan hasil.
Sekitar pukul 21.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ligung sebagai laporan orang hilang.
Menerima laporan itu, aparat kepolisian bersama warga setempat langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Sindupraja. Pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai dari titik awal korban diduga jatuh hingga beberapa ratus meter ke arah hilir.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil keesokan paginya. Sekitar pukul 08.20 WIB, jasad korban ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Tubuh korban terlihat tersangkut di antara kayu dan bebatuan sungai, diduga terbawa arus sebelum akhirnya terhenti.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi jenazah. Setelah dilakukan pemeriksaan awal dan koordinasi dengan tim kesehatan dari Puskesmas Ligung serta Tim Inafis Polres Majalengka, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum,” ujar AKP Suparmo.
Dalam penanganan peristiwa tersebut, kepolisian melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, mencatat identitas korban dan keterangan saksi, hingga melakukan dokumentasi dan pelaporan.
Sejumlah personel yang terlibat di antaranya Kapolsek Ligung AKP Suparmo, Kanit Reskrim Polsek Ligung Aiptu Ian, Kanit Intel Polsek Ligung Bripka Ugi, Piket Pamapta Polres Majalengka Ipda Nandi, serta petugas kesehatan.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Tanaman Gantung Hias yang Minim Perawatan, Bisa di Taruh di Area Jendela
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di aliran Sungai Sindupraja yang kerap dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari mencari ikan hingga kebutuhan sehari-hari.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai dengan kondisi arus yang tidak menentu.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu mengutamakan keselamatan. Sungai terlihat tenang, tetapi arus di bagian tertentu bisa cukup deras dan berbahaya, terutama bagi warga lanjut usia,” kata AKP Suparmo. (bae)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
