Kuota Haji Majalengka Terancam Turun, Semula 1.184 Turun 50 Persen menjadi 527
Pendaftaran haji masih dilakukan di kantor Kemenang Majalengka. Sementara itu kuota jamaah haji Kabupaten Majalengka diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan pada musim haji tahun 2026.-Ono Cahyono-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM – Kuota jamaah haji Kabupaten Majalengka diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan pada musim haji tahun 2026. Dari semula 1.184 jamaah pada tahun 2025, jumlahnya berpotensi turun sekitar 50 persen menjadi hanya 527 orang.
Penurunan tersebut berkaitan dengan pembagian kuota haji untuk Provinsi Jawa Barat yang ditetapkan sebanyak 27.000 jamaah dan 1.500 petugas oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Kepala Kantor Kemenag Majalengka, H Agus Sutisna, membenarkan adanya informasi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebenarannya karena surat keputusan resmi dari pusat belum diterima.
“Kami masih menunggu surat keputusan resminya, belum ada,” ujar Agus, Kamis (13/11/2025).
Sementara itu, Kepala Seksi Urusan Haji dan Umrah Kemenag Majalengka, KH. Abu Mansyur, juga membenarkan kabar penurunan kuota tersebut.
Informasi itu, kata dia, disampaikan dalam rapat daring bersama Kemenag Pusat pada Jumat (7/11/2025) lalu.
“Kami belum menerima surat resmi, jadi belum bisa menyampaikan informasi ini kepada KBIH maupun para calon jamaah haji. Data nama dan alamat calon yang berhak berangkat juga belum kami terima dari pusat,” kata Abu Mansyur kepada wartawan.
Menurutnya, apabila kebijakan baru ini diberlakukan, maka kuota jamaah haji asal Majalengka akan berkurang hampir setengah dari tahun sebelumnya.
Abu menjelaskan, sistem baru ini dinilai lebih adil dan profesional karena penentuan keberangkatan didasarkan pada nomor urut pendaftaran nasional.
“Dengan sistem nasional, tidak akan ada lagi calon jamaah yang menyeberang ke daerah lain hanya untuk mempercepat keberangkatan. Daftar tunggunya kini rata secara nasional, sekitar 26 tahun,” jelasnya.
Berdasarkan data Kemenag Majalengka, sekitar 800 calon jamaah atau 80 persen dari kuota sebelumnya telah menjalani tes kesehatan sebagai salah satu syarat utama keberangkatan. Sebagian besar juga telah memiliki paspor dan tinggal menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Masih ada beberapa calon jamaah yang harus menjalani pengobatan lanjutan karena memiliki penyakit serius. Kami terus memantau hasil pemeriksaan tersebut,” ujar Abu.
Ia menambahkan, pengurangan kuota ini berpotensi menyebabkan ratusan calon jamaah gagal berangkat tahun depan.
Pihak Kemenag Majalengka pun memprediksi akan ada sekitar 400 orang yang datang ke kantor untuk meminta klarifikasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
