Agus Mulyanto, Penggagas Digitalisasi Arsip Menuju Smart City Majalengka
Agus Mulyanto, Penggagas Digitalisasi Arsip Menuju Smart City Majalengka.-Ono Cahyono-radarmajalengka
MAJALENGKA, RADAR MAJALENGKA.COM – Kearsipan sering dipandang hanya sebagai urusan administratif semata. Padahal di era digital saat ini, arsip menjadi pilar penting bagi pemerintahan yang bersih, transparan, dan berbasis data.
Sosok Agus Mulyanto, hadir sebagai figur yang berupaya melakukan terobosan digitalisasi arsip. Pria yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Majalengka ini bertugas memastikan bahwa setiap perangkat daerah, sekolah, hingga desa di Majalengka memiliki pengelolaan arsip yang sesuai standar nasional.
Sebagai pejabat struktural, Agus Mulyanto menyatakan jika arsip adalah alat kontrol dan memori kolektif yang tidak hanya menjaga kontinuitas administrasi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas publik.
Berbekal latar belakang pendidikan Magister Administrasi Publik, Agus menggabungkan pendekatan analitis dan manajerial untuk membangun sistem kearsipan yang adaptif.
BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BRI Plafon 100 Juta, Cicil Mulai 216 Ribu Perbulan Tanpa Jaminan
"Arsip itu sebagai fondasi good governance dan modal utama untuk menuju Smart City Majalengka," ucapnya, Kamis 11 September 2025.
Dalam usahanya, Agus mendorong penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), sebuah aplikasi nasional yang memungkinkan tata naskah dinas dilakukan secara digital.
Dengan sistem ini, pengelolaan arsip di Majalengka menjadi lebih paperless, transparan, real time, dan lintas instansi. Hal ini mendukung terwujudnya pemerintahan berbasis data (data-driven governance) yang dibutuhkan di era modern saat ini.
Agus menyadari, digitalisasi arsip bukan hanya soal aplikasi, tetapi juga soal perubahan budaya kerja. Oleh karenanya, dirinya aktif melakukan sosialisasi, pelatihan, dan bimbingan teknis kepada ASN di berbagai perangkat daerah.
BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BRI 2025 Lengkap dari Plafon 10-100 Juta, Serta Panduan Pengajuan
"Edukasi ini bertujuan membangun budaya sadar arsip agar setiap unit kerja memahami pentingnya menjaga, mengelola, dan memanfaatkan arsip sebagai aset daerah," tegas Agus.
Selain membina ASN, Agus juga berperan memperluas kesadaran arsip hingga ke masyarakat. Melalui program Disarpusda, ia mendorong kolaborasi dengan sekolah, komunitas literasi, hingga perangkat desa.
"Kearsipan bukan sekadar tanggung jawab birokrasi, melainkan gerakan bersama untuk menjaga memori daerah," terang Agus.
Ke depan, Agus optimistis Majalengka mampu menjadi role model tata kelola arsip di Jawa Barat, bahkan di tingkat nasional.
BACA JUGA:Banjir Bandang dan Longsor Terjang Lampung Barat, Puluhan Rumah Rusak Warga Dievakuasi Tengah Malam
"Dengan dukungan digitalisasi, budaya sadar arsip, serta komitmen pada transparansi, Majalengka saat ini hingga kedepannya diyakini siap menapaki jalur menuju Smart City dengan pemerintahan yang akuntabel, inovatif, dan berbasis teknologi," pungkas dia. (ono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
