Gelombang Amarah Publik, NasDem dan PAN Copot Empat Anggota DPR RI Kontroversial

Gelombang Amarah Publik, NasDem dan PAN Copot Empat Anggota DPR RI Kontroversial

DPR - RI-Dok-Istimewa

RADARMAJALENGKA.COM-Jakarta – Suasana politik tanah air kembali diguncang. Dua partai besar, NasDem dan PAN, terpaksa mengambil langkah drastis usai gelombang amarah rakyat tak terbendung.

Empat anggota DPR RI mereka, yakni Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya, resmi dinonaktifkan mulai Senin, 1 September 2025.

BACA JUGA:Tabel Terbaru KUR BRI 2025, Berikut Plafon Pinjaman Hingga 100 Juta yang Bisa Dicicil

Keputusan ini bukan datang tanpa sebab. Publik masih diliputi kemarahan setelah video Eko Patrio dan Uya Kuya berjoget-joget pasca pengumuman kenaikan tunjangan DPR RI tersebar luas.

Tontonan yang dianggap melecehkan nurani rakyat itu memicu demo besar-besaran dan bahkan berujung pada penjarahan rumah pribadi keduanya.

BACA JUGA:Polsek Leuwimunding dan Polsek Majalengka Kota Gelar Doa Bersama untuk Kedamaian Bangsa dan Almarhum Pengemudi

Di tengah kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang kian tercekik, tingkah laku mereka dinilai sebagai bentuk arogansi elit politik. Tak hanya PAN, Partai NasDem pun ikut terseret arus. Nama Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach turut diseret dalam badai politik yang sama hingga akhirnya dicopot dari Fraksi DPR RI.

Dalam siaran persnya, DPP PAN menyampaikan keputusan tegas:

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak Senin, 1 September 2025.”

BACA JUGA:Simulasi Angsuran Non KUR BRI, Berikut Plafon Pinjaman Selengkapnya Serta Tenor

Lebih jauh, PAN meminta rakyat tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian persoalan ini kepada pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semoga bangsa ini dapat menata kembali langkah perjuangan ke depan,” tulis pernyataan resmi PAN.

Sementara itu, keputusan serupa diumumkan DPP NasDem yang menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Kedua selebritas politik itu dianggap tak lagi mampu menjaga marwah partai di tengah krisis kepercayaan publik.

Langkah cepat dua partai ini dinilai sebagai upaya meredam gelombang kemarahan yang kian membara. Namun, publik masih bertanya-tanya: apakah penonaktifan ini cukup untuk mengobati luka hati rakyat?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: