Eman: Gunakan Nama Pahlawan Daerah, Tokoh Hebat Majalengka

Eman: Gunakan Nama  Pahlawan Daerah, Tokoh Hebat Majalengka

Ribuan warga menyambut kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, Eman Suherman-Dena M Ramdhan, di Pendopo Bupati Majalengka, Kamis (20/2/2025).-Ono Cahyono-Radarmajalengka.com

MAJALENGKA, RADARMAJALENGKA.COM  – Setiap pergantian kepemimpinan, terutama pelantikan bupati dan wakil bupati yang baru, selalu menarik perhatian publik terkait kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan baru.

Di Kabupaten Majalengka, salah satu isu yang sering menjadi sorotan adalah penamaan ruang-ruang publik seperti taman, gedung, hingga fasilitas umum.

Isu ini menjadi perhatian karena ruang publik sering berganti nama saat pemimpin baru menjabat.
Nama-nama tersebut biasanya diubah sesuai dengan identitas pemimpin yang baru.

Namun, Bupati Majalengka terpilih, Eman Suherman, menyatakan bahwa ia tidak akan mengikuti tradisi tersebut.
Eman tidak berniat mengubah penamaan ruang publik sebagai cara untuk mengklaim kinerja pemerintahannya.

BACA JUGA:Resmi Dilantik, Eman dan Dena Siap Melayani Masyarakat

Alih-alih mengganti nama ruang publik di Majalengka, Eman berencana untuk menggantinya dengan nama-nama pahlawan atau tokoh bersejarah dari Kota Angin.

"Saya tidak ingin selama 5 tahun ke depan terjebak dalam kebiasaan mengklaim hasil kinerja untuk kepentingan pribadi atau politik. Saya hanya bekerja untuk masyarakat. Ketika ada hasilnya, tidak boleh ada klaim-klaim," katanya.

Eman menambahkan, dirinya tidak membutuhkan validasi dari masyarakat. Ia bekerja untuk rakyat karena memang itu adalah kewajibannya sebagai bupati.

Eman tidak ingin terjebak dalam politik simbolik, tetapi lebih ingin fokus pada kerja nyata untuk kemajuan Majalengka.

BACA JUGA:PKG Prioritas untuk Warga yang Ultah

"Tidak enak rasanya jika pemerintahan ini dicap hanya ingin mendapat keuntungan pribadi atau popularitas. Lebih baik ruang publik diberi nama sesuai tokoh-tokoh yang berjasa bagi Majalengka," ujarnya.

Dengan demikian, Eman berharap nama-nama ruang publik seperti taman hingga jalan menggunakan nama-nama pahlawan lokal (daerah) atau tokoh yang memiliki sejarah penting di Majalengka.

"Pakai nama-nama raja, tokoh hebat Majalengka, atau sejarah lokal. Tidak perlu ada penyebutan yang merujuk pada kinerja pemerintah atau pemimpin yang sedang menjabat," pungkasnya. (ono)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: